Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Mata PBB
Selama ini kita hanya berpikir bahwa perjuangan hanya lah perang saja. Ternyata tidak bukan ? Untuk menjadikan negara Republik Indonesia yang dapat berdiri kokoh ini membutuhkan perjuangan diplomasi agar negara kita ini diakui oleh negara lain khususnya pengakuan dari organisasi PBB. Sudah kah kalian tahu bagaimana pengakuan itu ?Agar kalian tahu dan lebih mengerti, luangkan waktu untuk membaca rangkuman ini dengan cermat. Kiranya tulisan ini dapat membuat kalian lebih berwawasan. Selamat membaca
Hubungan diplomasi luar negeri yang Indonesia miliki mempunyai pandangan baik di mata internasional. Hal itu lah yang membuat banyak negara anggota PBB yang mendukung kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Dukungan dari setiap anggota nya menjadi perhatian khusus dari Dewan Keamanan PBB. Pasca Agresi Militer Belanda I, Australia dan India lah yang mampu melakukan pendekatan dengan Dewan Keamanan PBB di New York.
Pertama kalinya pada Agustus 1947, Indonnesia hadir di Dewan Keamanan PBB untuk membela negara yang dilenyapkan oleh Belanda. Selanjutnya, Dewan Keamanan PBB mengakui ekstensi Indonesia secara de facto. Hal itu terbukti dalam resolusi PBB sejaka tahun 1947, Dewab keamanan PBB secara resmi menggunakan nama Indonesia bukan Netherlands Indies. Hasil sidang nya juga berupa seruan untuk melakukan gencatan senjata. Seruan itu dipatuhi pada 17 Agustus 1947.
Dalam menjaga perdamaian di Indonesia Dewan Keamanan PBB membentuk komisi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda yang dinamai COMMITTEE OF GOOD OFFICES OF INDONESIA atau yang lebih dikenal Komisi Tiga Negara (KTN) pada 25 Agustus 1947. Australia (Indonesiaa yang milih), Belgia(Belanda yang milih), dan Amerika Serikat (pihak netral) adalah anggotanya. Australia diwakili oleh Richard C. Kirby,Belgia diwakili oleh Paul Van Zeeland dan Amerika Serikat diwakili oleh Dr. Frank Graham.Dalam menjalankan tugasnya, KTN hanya mengambil inisiatif untuk masalah militer sedangkan dalam masalah politik hanya memberikan saran saja.
27 Oktober 1947, KTN tiba di jakarta dan memulai pekerjaannya. Dalam kontak pendahuluan mengahasilkan bahwa perundingan antar dua negara akan dilakukan di atas kapal angkatan Amerika Serikat yang bernama Renville tanggal 8 Desember 1947 sehingga dinamailah perundingan dan perjanjian Renville.
19 Desember 1948, Belanda mengepung kota Yogyakarta dan juga menawan pemimpin Indonesia ke parapat karena tudingan Indonesia melanggar perjanjian Renville.Sebelum ditawan, soekarno menulis surat kuasa kepada Syariffudin untuk membentuk Pemerintahan Darurat Indonesia (PDRI) di Sumatra Barat. Selain itu ditugaskan Dr. Soedarsono, L.N.Palar di New Delhi untuk membentuk pemerintahan cadangan jika PDRI gagal. Para tokoh Indonesia mengadakan hubungan diplomasi agar Belanda menghentikan agresi militernya serta mengembalikan pemimpin Indonesia yang ditawan.
Dalam sidang DK PBB di Paris 22 Desember 1948, Maramis (Indonesia) dan kawan-kawan memaparkan kondisi sebenarnya di Indonesia dan juga Belanda yang berulangkali melanggar perjanjian dengan menggelar operasi militer serta menawan pemimpin RI.
Selanjutnya, Maramis dan Palar serta Dr Soemitro D terbang ke New York untuk membicarakan peluang kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat. Selanjutnya diadakan Konferensi Inter-Asia dimana delegasi Indonesia hadir atas undangan menteri India. Hasil dari konferensi tersebut yaitu PBB secepatnya turun tangan mengatasi persoalan Indonesia-Belanda.
Dewan Keamanan PBB menggelar sidang atas desakan internasioanl pada tanggal 24 Januari 1949 untuk membahas Agresi Militer Belanda II. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi diantaranya Belanda harus menghentikan semua kegiatan operasi militer dan Indonesia harus menghentikan gerilya nya serta dikembalikannya pemimpin Indonesia. Selain itu Dewan Keamanan juga mengubah KTN menjadi UNCI (United Nations Commision for Indonesia). Tugasnya yaitu :
1. Mengawasi perundingan KMB
2. Mengadakan sidang pendahuluan yang diketuai oleh Merle Cohran (wakil dari AS)
3. Berhasil membawa Indonesia-Belanda kedalam rundingan Roem Royem
4. Mengundang delegasi Indonesia dan Belanda untuk memulai pembicaraan.
Resolusi tersebut tidak dipatuhi oleh Belanda. Sebaliknya, Belanda semakin gencar mempropagandakan Republik Indonesia sudah tidak ada lagi dan berada dibawah kekuasaan Belanda. Namun, Seragangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta mematahkan propaganda Belanda. Hal tersebut menyebabkan penyerahan kedaulatan Indonesia semakin kuat. Belanda pun membuat perundingan lanjutan (Perundingan Meja Bundar) untuk membahas penyerahan kedaulatan Indonesia . Pada akhirnya, Dewa Keamanan berhasil Mendesak Belanda agar memberikan kedaulatan Indoneia melalui UNCI. Kedaulatan itu diserahkan secara resmi pada tanggal 27 Agustus 1949
Hubungan diplomasi luar negeri yang Indonesia miliki mempunyai pandangan baik di mata internasional. Hal itu lah yang membuat banyak negara anggota PBB yang mendukung kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Dukungan dari setiap anggota nya menjadi perhatian khusus dari Dewan Keamanan PBB. Pasca Agresi Militer Belanda I, Australia dan India lah yang mampu melakukan pendekatan dengan Dewan Keamanan PBB di New York.
Pertama kalinya pada Agustus 1947, Indonnesia hadir di Dewan Keamanan PBB untuk membela negara yang dilenyapkan oleh Belanda. Selanjutnya, Dewan Keamanan PBB mengakui ekstensi Indonesia secara de facto. Hal itu terbukti dalam resolusi PBB sejaka tahun 1947, Dewab keamanan PBB secara resmi menggunakan nama Indonesia bukan Netherlands Indies. Hasil sidang nya juga berupa seruan untuk melakukan gencatan senjata. Seruan itu dipatuhi pada 17 Agustus 1947.
Dalam menjaga perdamaian di Indonesia Dewan Keamanan PBB membentuk komisi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda yang dinamai COMMITTEE OF GOOD OFFICES OF INDONESIA atau yang lebih dikenal Komisi Tiga Negara (KTN) pada 25 Agustus 1947. Australia (Indonesiaa yang milih), Belgia(Belanda yang milih), dan Amerika Serikat (pihak netral) adalah anggotanya. Australia diwakili oleh Richard C. Kirby,Belgia diwakili oleh Paul Van Zeeland dan Amerika Serikat diwakili oleh Dr. Frank Graham.Dalam menjalankan tugasnya, KTN hanya mengambil inisiatif untuk masalah militer sedangkan dalam masalah politik hanya memberikan saran saja.
27 Oktober 1947, KTN tiba di jakarta dan memulai pekerjaannya. Dalam kontak pendahuluan mengahasilkan bahwa perundingan antar dua negara akan dilakukan di atas kapal angkatan Amerika Serikat yang bernama Renville tanggal 8 Desember 1947 sehingga dinamailah perundingan dan perjanjian Renville.
19 Desember 1948, Belanda mengepung kota Yogyakarta dan juga menawan pemimpin Indonesia ke parapat karena tudingan Indonesia melanggar perjanjian Renville.Sebelum ditawan, soekarno menulis surat kuasa kepada Syariffudin untuk membentuk Pemerintahan Darurat Indonesia (PDRI) di Sumatra Barat. Selain itu ditugaskan Dr. Soedarsono, L.N.Palar di New Delhi untuk membentuk pemerintahan cadangan jika PDRI gagal. Para tokoh Indonesia mengadakan hubungan diplomasi agar Belanda menghentikan agresi militernya serta mengembalikan pemimpin Indonesia yang ditawan.
Dalam sidang DK PBB di Paris 22 Desember 1948, Maramis (Indonesia) dan kawan-kawan memaparkan kondisi sebenarnya di Indonesia dan juga Belanda yang berulangkali melanggar perjanjian dengan menggelar operasi militer serta menawan pemimpin RI.
Selanjutnya, Maramis dan Palar serta Dr Soemitro D terbang ke New York untuk membicarakan peluang kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat. Selanjutnya diadakan Konferensi Inter-Asia dimana delegasi Indonesia hadir atas undangan menteri India. Hasil dari konferensi tersebut yaitu PBB secepatnya turun tangan mengatasi persoalan Indonesia-Belanda.
Dewan Keamanan PBB menggelar sidang atas desakan internasioanl pada tanggal 24 Januari 1949 untuk membahas Agresi Militer Belanda II. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi diantaranya Belanda harus menghentikan semua kegiatan operasi militer dan Indonesia harus menghentikan gerilya nya serta dikembalikannya pemimpin Indonesia. Selain itu Dewan Keamanan juga mengubah KTN menjadi UNCI (United Nations Commision for Indonesia). Tugasnya yaitu :
1. Mengawasi perundingan KMB
2. Mengadakan sidang pendahuluan yang diketuai oleh Merle Cohran (wakil dari AS)
3. Berhasil membawa Indonesia-Belanda kedalam rundingan Roem Royem
4. Mengundang delegasi Indonesia dan Belanda untuk memulai pembicaraan.
Resolusi tersebut tidak dipatuhi oleh Belanda. Sebaliknya, Belanda semakin gencar mempropagandakan Republik Indonesia sudah tidak ada lagi dan berada dibawah kekuasaan Belanda. Namun, Seragangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta mematahkan propaganda Belanda. Hal tersebut menyebabkan penyerahan kedaulatan Indonesia semakin kuat. Belanda pun membuat perundingan lanjutan (Perundingan Meja Bundar) untuk membahas penyerahan kedaulatan Indonesia . Pada akhirnya, Dewa Keamanan berhasil Mendesak Belanda agar memberikan kedaulatan Indoneia melalui UNCI. Kedaulatan itu diserahkan secara resmi pada tanggal 27 Agustus 1949
Begitulah pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh PBB. Tidak mudah perjuangan diplomasi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan. Selain pertumpaham darah, Kemampuan diplomasi antar negara sangat dibutuhkan dan menjadi kunci keberhasilan dalam meraih pengakuan dari negara-negara lain dan juga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selayaknya generasi penerus, kita tidak pantas untuk mencoreng nama baik Indonesia di mata. Selain kita membutuhkan negara lain, perjuangan dari penjajahan hingga berdaulat tak lah mudah. Oleh karena itu tetap lah buat Indonesia harum.
Andreas Doli Audito Manihuruk
XII IPS 2
Comments
Post a Comment